24.10.12

Kuliner Sederhana

Jika ditanya kuliner di bawah Rp.10 ribu, pasti sulit menentukannya. Sebetulnya banyak makanan di bawah Rp.10 ribu namun sifatnya umum dan akan tampak biasa saja. Ingin terlihat berbeda, sehingga saya mencari kuliner yang sederhana ini.

Tinggal di Cilegon itu sudah hampir menginjak 4 tahun, namun sejauh ini jarang sekali kuliner dibawah Rp.10 ribu keculai Bakso, nasi goreng dan sebangsanya.

Akhirnya saya menemukan, awalnya tidak terfikirkan namun kuliner sederhana ini akan terlihat berbeda. Kenapa? karena tidak umum dan rasanya pun tidak kalah bersaing dengan kuliner diatas Rp.10 ribu.









Yah..martabak mini ini harganya berkisar antara Rp.5000 - Rp.8000 dengan berbagai macam rasa. Meskipun mini, tapi porsinya mengenyangkan dan rasanya maknyuuuus. Kuliner ini adanya di Cilegon Banten dan nama tempatnya HOKKY Resto.

Selamat Menikmati  

Renungan

Kehilangan separuh jiwa ketika mulai akan mengenal
Kehilangan sebagian benda ketika akan memulai
Kehilangan waktu untuk sekedar merebahkan badan
Kehilangan cinta

Melaluinya, dengan ikhlas
Meskipun air mata akan selalu menetes
Meskipun lelah, istirahat berkurang
Hanya berharap untuk cinta dan demi cinta

Hampa, Sepi dilalui
Demi Cinta
Kerja keras, ga kenal lelah
Semua karena Cinta

Mencari kebahagiaan, karena merasa sudah waktunya
Tiba-tiba harus dikhianati dan disakiti
Cukup dengan kebahagiaan semu

Menghibur diri sendiri
Mencoba bahagia
Demi cinta dan untuk Cinta

Tiba-tiba kembali meneteskan air mata
Gelisah...........
Namun ada Cinta
Pasti Kuat

Meskipun demikian, semoga selalu dapat bersyukur kepada-Nya.
Hidup ini hanya sementara, tidak ada yang abadi

Semoga itu teguran, untuk mengingatkan
Bukan karena tidak suka, tapi karena sayang

Mohon ampun, bertaubat, berdoa, berdzikir, bersabar, tawakkal dan beribadah
Ujian, cobaan itu diterima oleh manusia sesuai porsinya.

Mudah-Mudahan akan selalu kuat, tegar, sabar dan tawakkal menghadapinya

Allah SWT maha pengasih, maha penyayang dan maha mengetahui

Amin

23.10.12

Mereka, Dia untuk Telaah Staf

Kali ini saya sedang ingin menulis mengenai cerita 2 (dua) tahun silam yaitu 2010, ketika posisi saya di perusahaan tempat bekerja ini masih berstatus training atau OJT (On The Job Training). Pada saat itu memang suasananya sangat terasa kurang menyenangkan, apalagi ketika saya menghadapi Telaah staf yang merupakan salah satu syarat untuk menjadi pegawai tetap di perusahaan ini. Masa training saya sudah hampir mendekati batas limit dan harus segera dapat menyelesaikan Telaah staf, persis seperti Tugas akhir kuliah namun bedanya pengujinya nanti adalah General Manager, Manager dan lain-lain intinya yang sudah memiliki jabatan di jajaran manajemen unit saya.

Waktu itu saya merasa kurang berekspresi atau bingung cara mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu saya pada saat melalui prosesnya. Sehingga hari ini dengan kerendahan hati, saya akan mencoba mengekspresikan rasa yang tidak dapat diungkapkan tersebut melalui tulisan ini. Entah kenapa, saya sangat sulit berekspresi dalam mengungkapkan perasaan di dunia nyata secara sikap atau lisan.

Waktu untuk pembuatan Telaah Staf sudah sangat mepet, sedangkan saya masih mencari-cari judul-nya. Pada saat proses saya mencari judul itu, sungguh tidak disangka banyak sekali hambatan dan konflik baik dengan orang-orang bahkan dengan objek masalah yang akan diambil sebagai judul itu sendiri. Setiap hari saya selalu bertanya atau berdiskusi dengan senior-senior, namun selalu tidak ada atau belum ada jalan keluar (masih bingung menentukan judul yang akan diambil). Ketika itu hampir putus asa, tidak ada harapan dan spertinya mau menyerah. Namun Allah SWT itu memang selalu berada disamping kita, tidak disangka senior saya yang paling baik itu namanya bang Ucok memberi tahu bahwa ASMAN (Assisten Manajer) Enjiniring membutuhkan orang yang bisa menghitung HVAC sebagai perbandingan hasil perhitungan Vendor, karena menurut beliau perhitungannya tidak masuk akal.

Berkat dukungan dan semangat dari Bang Ucok, akhirnya saya dikenalkan dengan ASMAN Enjiniring namanya pak Dian Lande. Ketika itu saya merasakan deg-deg-an, takut, sungkan, pokoknya sangat ga karuan bahkan keluar keringat dingin. Akhirnya saya bertemu juga denga Pak Dian Lande tersebut, ternyata tidak seperti bayangan dan duagaan saya sebelumnya. Beliau begitu bersahaja, baik, muda, asik, down to earth, diskusinya mengalir, santai, ah begitu banyak hal positifnya. Senang bisa mengenal beliau, sharing, diskusi dll, sehingga telaah staf saya pun siap di garap dengan target 1 (satu) bulan ha...ha...ha...

Setelah mendapatkan judul untuk telaah staf, target selanjutnya mencari referensi. Yes, kali ini saya harus memutar otak dan browsing tentunya, tujuannya mencari literatur dan mencari tahu siapa yang mempunyai referensi lengkap mengenai HVAC. Setelah mencari-cari referensi literatusr dan lain-lain, tiba-tiba saya teringat sama sosok wanita baik, cantik, putih, imut-imut, mempunyai paras indo (punya darah campuran) dan waktu masa-masa kuliah pria banyak yang menyukai dia, sosok wanita itu mempunyai nama Iztia Malina. Saat itu saya sangat tidak ragu menghubungi dia karena berfikiran siapa tau dapat memberikan pencerahan, keputusan tidak meleset alias tepat sasaran ternyata. Sekali saya hubungi, dia merespon sangat baik dan sangat membahagiakan. Bayangkan dia bekerja di Jakarta, tapi disela-sela waktu kerjanya dapat mengirim email bahkan ketika libur dapat mengirimkan referensi berupa hard copy juga melalui TIKI atau Pos saya sudah lupa. Ah...sungguh saya sangat berterima kasih sama wanita yang bernama Iztia Malina ini.

Referensi sudah satu persatu diperoleh dan lembar demi lembar telaah staf saya kerjakan. Referensi dari Iztia Malina itu memang sangat membantu sekali, tapi ternyata masih kurang cukup untuk dapat menyelesaikan Telaah Staf saya. Selain itu juga saya sering berdiskusi dengan Aneu seorang perempuan yang manis yaitu  teman skaligus sudah menjadi sahabat yang sama-sama sedang menghadapi Telaah Staf dan memiliki Judul membahas materi yang sama. Terima kasih aneu, meskipun kita berbeda Pulau, tapi tidak menghalangi kita untuk dapat berbagi. Suatu ketika entah bagaimana prosesnya, karena semua usaha yang telah dilakukan belum cukup untuk menambah referensi, kemudian saya memutuskan untuk meminjam buku referensi di Perpustakaan UI. What UI....bagaimana caranya?

Campur tangan Allah SWT kembali sangat berperan, tidak susah ternyata, waktu itu kebetulan saya punya kenalan yang sedang melanjutkan kuliah di UI. Dia adalah teman yang kenal melalui teman saya, ribet menjelaskannya. Setelah minta tolong, akhirnya saya bertemu dan janjian sama dia di UI. Pertama ketemu orangnya menyenangkan dan asik. waktu itu saya malah merasa ga enak hati dan ga karuan karena merasa sudah merepotkan, sangat sulit untuk diungkapkan.Maklum waktu itu adalah hari sabtu dan minggu, waktunya dia untuk beristirahat dari rutinitas kerja dan kuliahnya.Sebetulnya, ketika itu dia selalu memberi support, dan kita sering bertukar fikiran dan lain-lain. Sepertinya kita sudah layaknya seorang sahabat yang selalu meperhatikan dan selalu bercerita satu sama lain.

Telaah staf saya lalui prosesnya sangat tidak mudah, bersama-sama saya yang kala itu satu angkatan dengan mas Micky sabar menjalaninya. Sebelum kita dapat panggilan untuk sidang, kita harus melalui proses bimbingan yang dijalani seharian sampai malam dengan pembimbing kami ASMAN Pemeliharaan yang bernama Pak Tumindang. Tapi, ternyata hasilnya tidak mengecewkan dan tidak ada hambatan. Sidang berjalan dengan lancar tanpa komentar yang berat atau revisi yang banyak. Rileks, santai dan penuh kehangatan sepertinya waktu sidang. Meskipun, keringat dingin sempat kluar dan jantung rasanya ingin copot kala itu. Akhirnya, saya, mas Micky, A Galih dan Mas danang lulus juga. Mereka adalah satu angkatan dan satu manajemen dengan saya kala itu, namun hanya mas Micky yang satu unit. Disela-sela saya dan mas micky masuk kerja sabtu minggu, akhirnya hasil revisi yang sudah di setujui pembimbing selesai dan kami jadikan buku Telaah Staf tersebut. Senang rasanya bisa mengenal mereka waktu menjalani masa-mas OJT tersebut, terima kasih banyak untuk rasa berbagi, motivasi bahkan sering mendengarkan curhatan-curhatan saya.

Kembali ke dia, tidak jelas penyebabnya intensitas silaturahmi kita waktu itu semakin lama semakin kendor setelah saya berhasil menyelesaikan telaah staf hingga akhirnya diangkat menjadi pegawai tetap. Setelah saya sapat melalui sidang telaah staf yang mendebarkan dan mendapat SK penganggkatan, ternyata pekerjaan saya menjadi bertamabah sibuk. Akibatnya, kita mempunyai keterbatasan waktu untuk selalu bercengkrama bahkan hanya sekedar telphon berlama-lama.

Jujur, saya sebagai wanita teknik yang basic pergaulannya selalu dengan pria-pria sehingga tidak pernah dapat langsung merasa jika ada sesuatu diantara kedekatan saya dengan pria. Jadi, meskipun kita sudah sangat dekat namun saya belum mau meneruskannya ke dalam hati. Pernah suatu waktu diminta untuk menulis tentang dia di Blog saya terdahulu, namun saya tidak pernah sempat. Entah kenapa?, selalu saja ada hambatan untuk saya menulis waktu itu. 

Pada saat hubungan saya dan dia yang semakin renggang, dia sempat mengajak untuk kembali bertemu di Jakarta. Tapi, lagi-lagi hal itu tidak dapat dipenuhi oleh saya. Bukan karena tidak mau atau hanya alasan, namun entah kenapa benar-benar tidak ada waktunya untuk saya dapat berkunjung  ke Jakarta bahkan sabtu dan minggu kala itu. Kembali saya merasa sudah mengecewakan dia yang sebetulnya sudah membantu, mendukung dan selalu menyisihkan waktu untuk berbincang sama saya.

Disela-sela silaturahmi kita yang masih terjalin dia sempat bilang kata-kata yang sampai saat ini saya masih berfikir apa maksudnya?. Dia bilang gini " kalau kamu sekarang sperti ini, apakah kamu bisa menjadi ibu rumah tangga?". Seperti ada petir menyambar kala itu, dalam hati saya berkata "bahwa ketika saya nanti berkeluarga pastilah yang nomor satu itu keluarga". Tertegun, namun saya tidak ingin menanyakan juga kenapa ada kata-kata itu, kerena waktu itu sudah sangat terlalu mengena dihati.

Sekarang, lupa tepatnya semenjak kapan? kita sudah sangat tidak berkomunikasi dan bersilaturahmi. Bukan karena berantem atau yang lain-lain, spertinya waktu itu mengalir begitu saja. Mungkin, kita sudah menemukan kehidupan masing-masing yang baru. Tapi, disini saya sangat ingin berterima kasih sama dia yang pernah sangat mensuport, menolong, membantu dan menjadi teman yang baik untuk saya.

Saya menulis sekarang karena saya tidak ingin melupakan jasa-jasa mereka yang sudah membantu di saat-saat masa sulit dan mendukung saya. Sayangnya sampai sekarang saya tidak tau bagaimana saya dapat bertemu mereka dan dia hanya sekedar untuk mengekspresikan rasa ucapan terima kasih. 

Tidak lupa saya sangat berterima kasih kepada Allah SWT, Keluarga, sahabat dan teman-teman untuk support, doa dan semangatnya untuk saya.

Terima kasih untuk semuanya...

19.10.12

Kebebasan Berekspresi dan HAM di Media Internet

Menulis di Blog menjadi hobby saya akhir-akhir ini, seperti orang yang setiap hari saya curhatin. Meskipun ini adalah dunia maya, namun terasa nyata buat saya. Setidaknya dengan menulis saya dapat mengekspresikan diri, walaupun tulisan dan kata-kata masih terasa amburadul bahkan kadang sulit dipahami. Namun, saya hanya ingin meraskan kebebasan berekspresi terutama di media seperti internet ini.

Era globalisasi dan demokrasi ini memang membuat kita dapat bebas berekspresi di media apapun terutama internet. Akses internet di Indonesia pun hanya sebagian orang dapat menikmatinya, karena masih terbatasnya jaringan. Sehingga kebebasan berekspresi di internet ini sebagian besar hanya dimiliki oleh orang-orang yang dapat mengakses internet terutama kota besar. Selain itu, seperti di kampung saya, belum semua dapat menikmati akses internet apalagi untuk dapat berekspresi di internet. Sungguh disayangkan, bangsa yang besar ini belum semua dapat meraskan akses internet dan belum dapat berekspresi melalui internet.

Kebebasan berekspresi di internet erat kaitannya dengan Hak Asasi Manusia (HAM), karena masih terdapat hal-hal yang masih dibelenggu. Contoh kasusnya, ketika kita ingin mengekspresikan kekesalan, keluahan melalui internet namun hal itu tidak semua dapat kita ungkapkan. Katanya sudah demokrasi, namun masih tetap dibatasi hak untuk berekspresi. Ketika ada pihak-pihak tertentu yang tersinggung dan mengadukan sebagai pencemaran nama baik bla..bla..bla..dengan peraturan UUD-lah, apakah ini melanggar HAM?. Jika, apa yang disampaikan itu benar, apakah masih pencemaran nama baik?.

Sosialisai yang kurang mungkin bisa menjadi salah satu penyebab, sehingga orang awam tidak pernah mengetahui mengenai peraturan-peraturan atau batasan di dunia elektronik. Seperti inilah ketika saya pun menulis cerita atau curhat di Blog dan menyinggung seseorang/menceritakan realita, apakah melanggar?. Ketika saya dilaporkan mencemarkan nama baik, mungkin nasibnya akan sama seperti orang-orang yang sebelumnya terjerat konflik di dunia maya ini.

Saya bukan orang komunikasi, dan jujur tidak mengerti bahkan masih awam ketika membahas kebebasan berekspresi dan HAM ini. Namun, saya hanya mencoba sedikit berpendapat dan apabila terdapat hal yang tidak pas atau kurang berkenan mohon untuk diluruskan.

Trims

18.10.12

Semua akan Pindah Pada Waktunya

Tidak terasa sudah 3 (tiga) tahun saya bekerja di perusahaan ini, dan sekarang tempat perantauan saya semakin jauh dari kampung halaman. Sebelumya saya tidak pernah bercita-cita untuk bekerja di perusahaan ini, tapi dikarenakan setelah lulus kuliah dan mengikuti tes masuknya sehingga muncul harapan untuk dapat diterima. Harapan itu semakin besar setelah berhasil melewati beberapa test dan sampai akhirnya dilakukan test untuk kesehatan.

Alhamdulillah doa saya dikabulkan oleh Allah SWT, dan saya pun lulus dalam tahapan tes-tes yang panjang tersebut. Berikutnya adalah bagaimana saya dapat melalui proses setelah diterima di perusahaan ini, diawali dengan satu pernyataan yang mau tidak mau saya harus mengikuti sebagai komitmen awal untuk bekerja di perusahaan ini. Ini pilihan saya yang bagaimanapun harus dihadapi, meskipun agak berat. Pernyataan itu adalah siap ditempatkan dimana saja, maklum perusahaan ini memiliki cabang diseluruh indonesia (dari sabang sampai merauke).


Menguatkan mental terlebih dahulu itu tidak sulit awalnya, karena saya sudah merantau dan berjauhan dengan orang tua sejak SMP. Diawali dengan semangat 55 (kata kopasus), waktu penempatan saya hanya bisa pasrah atas takdir yang diberikan oleh Allah SWT. Sekarang, takdir itu membawa saya harus merantau ke Banten tepatnya kota Cilegon dan tempat kerja saya di Suralaya. Alhamdulillah, saya termasuk salah satu yang beruntung karena masih ditempatkan di Pulau Jawa.

Cerita selanjutnya ialah kegalauan ketika akan dilakukan penempatan kembali karena ada reorganisasi. Pasrah pada nasib dan takdir yang sudah ditentukan oleh-Nya, namun saya harus bersyukur dikarenakan saya diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk dapat terlebih dahulu melanjutkanPR kuliah (dengan cara yang tidak dapat diprediksi sebelumnya). Ketika seharusnya sesuatu yang dibayangkan begitu menyeramkan, tapi jika tidak ada campur tangan-Nya, mungkin entah bagaimana nasib kuliah saya. Tapi, Allah SWT maha pengasih dan penyayang saya masih  diberikan kesempatan.

Sekarang, saya sedang menunggu waktu dipindahkan ke tempat lain setelah Proyek ini selesai. Jadi, sebenarnya semua akan pindah pada waktunya jika dibagian bidang saya sekarang ini, dan kita tidak bisa memilih. Harapan kembali kepada-Nya yaitu Allah SWT, semoga dapat ditempatkan di tempat yang lebih baik dan tentunya dapat menyelesaikan PR kuliah saya terlebih dahulu serta dapat tetap membahagiakan orang tua. Kemudian, setelah ini saya berharap dapat melengkapi separuh dari agama saya. Semoga Allah akan memberikan jalan dan takdirnya kepada saya melalui doa-doa yang telah dipanjatkan kepada-Nya.

Amin

Apa Sih Blogger Nusantara 2012?

Alhamdulillah saya terbangun, sudah memasuki waktu 1/3 malam. Insyaallah, ini adalah salah satu waktu terbaik ketika kita dapat curhat kepada-Nya mengenai kegundahan hidup di dunia. Tapi, setelahnya saya tidak dapat tertidur lagi dan terpaksa membuka laptop mencari cara untuk dapat menutup mata lagi. Agendanya berselancar internet dan yang pertama adalah membuka blog  kemudian membuka twitter. Menjelajah sebentar, ternyata sudah mulai memberikan tema tantangan bagi peserta Liga Blogger indonesia di pekan ke-3 ini dan Tema-nya adalah Blogger Nusantara Indonesia 2012. Ada untungnya juga saya terbangun, ada kesempatan ikut berpartisipasi dalam tema tantangan ini.

Apa sih Blogger Nusantara 2012?

Sempat ga dong juga dengan temanya, tapi kalau ada kata kunci Blogger pasti itu merupakan suatu perkumpulan. Maklum, saya ini masih Blogger amatiran dan merupakan pendatang baru di dunia Blog ini. Merasa penasaran juga, akhirnya saya menjelajah google mencari tau Blogger Nusantara 2012.

Mbah google itu memang jenius, tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya saya menemukan blog yang menjelaskan secara detail Blogger Nusantara 2012 ini. Dan isinya "Blogger Nusantara 2012 merupakan acara kopdar Blogger Nusantara yaitu bertemunya para Blogger secara offline. Tahun ini merupakan event kedua dan acaranya dilangsungkan di Makassar pada tanggal 9, 10, dan 11 Nopember 2012. Event blogger berskala nasional yang untuk pertama kalinya digelar di luar Pulau Jawa yang berlangsung di Sidoarjo tahun lalu".





Wah, sepertinya jika tempatnya kopdar dekat dan tidak ada kesibukan saya tertarik untuk partisipasi. Tapi, panitia sangat sudah mengerti keadaan untuk kondisi dan situasinya sehingga menyediakan ruang khusus bagi Blogger untuk ikut serta menyatakan dukungan anda pada terselenggaranya kopdar Blogger Nusantara 2012 Makassar. Untuk lebih detail mengenai Blogger Nusantara 2012 bisa klik link http://bit.ly/TsTlI8 .

Semoga sukses acara Blogger Nusantara 2012
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...