Malam ini saya semakin menyadari
Semakin yakin
Semakin mengenal kamu
Saya semakin kagum
Bukan hanya itu saja
Tapi, sepertinya saya memang Jatuh Cinta
Saya Jatuh Cinta
Ketika kamu jadi imam saya dalam shalat
Ketika kamu berdoa untuk keluarga kita
Ketika kamu selalu mencontohkan dan mengajarkan agama
Ketika kita berdoa dan berpuasa
Ketika kamu menenangkan dalam kepanikan
Ketika kamu memiliki kesabaran dalam keegoisan
Ketika kamu selalu memperhatikan keluarga
Ketika kamu menjaga saya
Ketika kamu menyadari sebagai manusia pasti pernah melakukan dosa
Ketika kamu ingin merubah saya menjadi lebih baik
Ketika kamu berjuang dalam hidup
Semoga kamu benar-benar orang yang dikirimkan oleh Allah SWT
Untuk saya dan
Untuk keluarga
Saya semakin ikhlas mencintaimu karena Allah
Saya Jatuh Cinta dengan semua yang kamu miliki termasuk keluarga kamu
Entah kenapa saya juga sering merasa sedih ketika sesuatu terjadi dengan kamu
Semoga seterusnya perasaan ini ada dalam diri saya
Jatuh Cinta Sama Kamu
Untuk sekarang
Untuk nanti dan selamanya
Aamien
Terima kasih kepada Allah SWT, karena sudah mengirim kamu untuk saya
Berawal dilihat sebelah mata, kemudian dilihat dua mata, yang akhirnya dilihat ribuan mata.
4.5.13
1.5.13
Logika, Perasaan dan Hati
Ketika Logika, Perasaan dan Hati saling berbicara
Seakan tidak bisa tersanggahkan
Timbullah jiwa yang selalu gelisah dan kurang nalar
Kadang menjadi jiwa yang tidak berperasaan
Keras bagai batu
Ketika tersadarkan
Hati ini terasa sakit
Mata perih dan air mengalir ke pipi
Sedih tiada tara
Menyesal....Menyesal....Menyesal
Karena tidak bisa menjadi manusia yang dapat bersyukur
Yakin jika semuanya sudah takdir
Terbaik dari-Nya
Dalam waktu yang tepat
Kondisi yang tepat
Logika, Perasaan dan Hati
Tersanggahkan oleh Doa
Ampuni Saya ya Allah...
Seakan tidak bisa tersanggahkan
Timbullah jiwa yang selalu gelisah dan kurang nalar
Kadang menjadi jiwa yang tidak berperasaan
Keras bagai batu
Ketika tersadarkan
Hati ini terasa sakit
Mata perih dan air mengalir ke pipi
Sedih tiada tara
Menyesal....Menyesal....Menyesal
Karena tidak bisa menjadi manusia yang dapat bersyukur
Yakin jika semuanya sudah takdir
Terbaik dari-Nya
Dalam waktu yang tepat
Kondisi yang tepat
Logika, Perasaan dan Hati
Tersanggahkan oleh Doa
Ampuni Saya ya Allah...
6.4.13
Alhamdulillah LULUS
Hari ini tanggal 06 April 2013, merupakan hari yang sudah saya tunggu-tunggu. Alhamdulillah setelah mengalami dua kali peubahan Jadual, atas kehendak-Nyalah saya diijinkan dapat melaksanakan sidang skripsi. Sebetulnya dibilang siap juga ga, malah masih bbm-an waktu malemnya sama dosen pembimbing mengenai pembahasan isi dari skripsi saya. Hahahahaha.....Bodor pisan pokoknya, tapi alhamdulillah akhirnya selesai juga dan dosen pembimbing saya juga setuju dengan hasil perhitungannya.
Sidang di Jadualkan hari Sabtu Pukul 07.30 WIB, terpaksa hari jumatnya saya harus ijin dulu keluar Kantor lebih awal dengan maksud menghindari kemacetan. Esok harinya dengan persiapan yang biasa-biasa saja mengenai materinya, saya pun nekad dan percaya diri karena apapun hasilnya sudah ada yang mengatur. Dag..Dig...Dug rasanya, maklum ini kali pertama saya sidang untuk jenjang S1 jadi belum berpengalaman. Kebetulan di Kampus saya itu setiap 1 kali sidang minimal harus ada 3 peserta, peserta sidang yang bareng sama saya yaitu Pak Hernawan dan Mas Joko. Suasana sidang terasa sedikit menegangkan, apalagi ketika sesi tanya-jawab (ga mau lagi ah....karena malu2in rasanya sidang kali ini ahahaha). Setelah kami selesai sidang kemudian diumumkan yang lulus dan yang ga lulus, dosen pengujinya sempat bikin saya deg-degan karena beliau bilang "kalau sidang itu biasanya ada yang lulus dan ga lulus, itu hal yang biasa" katanya. Saya pun jadi ketakutan karena ada pertanyaan mengenai ilmu dasar yang lumayan blank (sempet bikin malu juga dan terakhir saya pun dengan malu-malu bilang minta maaf sama dosen penguji).
Dosen penguji kami kali ini yaitu:
1. Ir. H. Danhardjo, MSC
2. Prof. Dr. Ir. DN Adnyana, APU
3. Ir. H. Margono, MSC
Berikut adalah suasana sidang, ketika itu saya berusaha untuk mendokumentasikan dengan maksud supaya ada kenang-kenangannya.
Ketakutan yang dikhawatirkan itu tidak terjadi, alhamdulillah kami ber-3 diumumkan LULUS (rasanya ingin menangis tapi malu). Dalam hati pun tidak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT. Tidak disangka dengan persiapan yang minimalis, akhirnya saya dipercaya mempunyai gelar Sarjana Teknik (ST) Mesin dari ISTN (Institut Sains dan Teknologi Nasional) Jakarta.
Lika-liku menuju Sidang Skripsi
Disini saya akan bercerita sedikit atau berbagi pengalaman mengenai tidak mudahnya menyusun skripsi sambil kerja. Mungkin sebagian orang melihatnya biasa, tapi jangan salah itu semua tidak segampang yang terlihat. Dari pembagian waktu, permasalahan keuangan dan rasa malas yang tidak dipungkiri selalu hinggap dalam diri (kalau menurut agama yang saya anut sih, itu adalah godaan Syaiton).
Pada saat akan Seminar I (Pengajuan Proposal Judul) yang dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2012, itupun saya bermodalkan nekad. Bayangkan saja saya mendaftarkan Judul berbeda dengan Judul yang diseminarkan. Namun waktu itu saya sangat yakin ketika mempunyai rencana yang baik, insyaallah akan diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Alhamdulillah Judul pun disetujui dan saya pun dapat pembimbing yang kompeten denga bidang atau Judul Skripsi yang saya ambil.
Setelah pelaksanaan Seminar I, kemudian sebelum sidang harus melalui Seminar II dengan persyaratan harus sudah selesai dari Bab I - IV. Dengan modal nekad lagi, saya berkonsultasi dengan dosen pembimbing dan alhamdulillah beliau menyetujui untuk segera daftar Seminar II yang akhirnya dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2013. Alhamdulillah selesai seminar II, revisinya pun tidak banyak.
Tapi semua kegiatan tersebut tidak lepas dari kontribusinya uang hahahaha........Merasakan namanya sulit keuangan, maklum saya karyawan BUMN yang levelnya masih Basic dan hanya mengandalkan gaji saja. Semuanya sempat membuat saya kewalahan, ngerasain yang namanya ngutang, uang di atm hampir limit, makan pun ngirit dan sempat ketar-ketir takut ga bisa ikut sidang. Tapi, alhamdulillah kuatnya doa saya ternyata didengar. Semua permasalahan dikasih jalan keluarnya oleh Allah SWT, semuanya dapat teratasi dengan baik (meskipun pernah malu, masa karyawan BUMN ngutang untuk bayar kuliah) ha...ha...ha..Sampai saat ini pun kalo boleh jujur saya masih punya hutang dan menunggu uang pembayarn berikutnya.
Ucapan Terima kasih
Puji dan Syukur kekhadirat Allah SWT, karena atas kehendaknyalah saya dapat menyelesaikan Skripsi tepat pada waktunya dan selalu memberikan penyelesaian terbaik untuk langkah hidup saya. Disini pun saya akan memohon ampun karena selalu merasa tingkat kekhawatiran atas segala persoalan yang menimpa, semoga Allah SWT selalu mengampuninya. Aamien.
Orang tua saya yang selalu mendoakan disetiap hela nafasnya, agar putrinyanya selalu mendapatkan kemudahan dalam hidupnya hingga seperti sekarang ini dan Keluarga besar yang selalu mensupport dan mendukung saya.
![]() |
| Mama dan Saya |
![]() |
| Prof. Dr. Ir. Bambang Teguh P. Dipl. Ing. DEA. APU |
Jimmy ini adalah teman baik saya ketika masih satu unit, sepertinya akan terus menjadi teman baik. Karena apa?, dia itu adalah salah satu orang yang tau apa yang saya rasakan, apa yang saya hadapi dan apa yang saya pikirkan. Dulu pada saat masih satu unit, ketika muka saya murung dia selalu berusaha untuk dapat berbagi cerita. Hanya dia yang tau kondisi hati saya waktu itu, maka tidak heran ketika dia mutasi ke Indramayu, saya pun spontan menangis dan membuat semua orang heran (mereka itu tidak tahu bahwa saya sedekat itu sama dia, karena dianggap biasa-biasa saja). Waktu itu, saya merasa dia adalah salah satu orang yang membuat semangat saya tidak habis (ah...saya suka sedih ngebahasnya). Bayangkan saja, dari pertama dia OJT sampai diangkat pegawai rasanya dia care sama saya. Jujur, saya itu sangat senang ketika dia mutasi ke indramayu, karena posisinya sesuai apa yang dia inginkan. Bahkan ketika satu kampus, dia selalu membantu dan menjadi teman yang sangat baik untuk saya.Kamu orang baik Jim, mudah-mudahan permasalahan skripsi kamu dapat selesai dan wisuda bareng dengan saya. Setelah itu, kamu menikah dan karir kerjaan kamu semakin meningkat. Aamien.
Aa, yang selalu mendoakan, menyayangi, memberikan support dan sabar dalam menghadapi saya. Ga ada yang sesabar kamu dalam menghadapi saya sepertinya he...he...he.....Kamu yang sudah bela-belain nganter sana-sini, malem-siang (ah...ga kebayang kalo ga ada kamu). Terima kasih juga telah membantu kesulitan dalam keuangan, sehingga semua urusan dapat terselesaikan dengan lancar he...he... Selain itu juga untuk Ayah dan Ibu yang senantiasa selalu mendoakan (insyaallah, mudah-mudahan menjadi orang tua baru saya kelak). Aamien
Sahabat-sahabat dan teman-teman yang mendoakan kelancaran sidang, rekan-rekan satu bimbingan (ade dan Bang P@i), rekan-rekan satu perjuangan ketika sidang (Pak Hernawan dan Mas Joko) yang sudah sangat membantu dan saya senang 1 group sama mereka, Seluruh rekan Teknik Mesin satu angkatan di ISTN (sayo semangat, kita wisuda bareng) dan seluruh dosen, staf pengajar di ISTN yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.
Seluruh Tim Proyek Suralaya yang sudah sangat pengertian, sehingga saya dapat menyelesaikan Skripsi Ini.
Pak Apendi, Pak Rolly, Awan dan Mas Anjar yang sudah memberi Inspirasi pada saya untuk mengambil Judul Skripsi ini.
Rekan-Rekan IP UBOH BSR yang sudah membantu saya mengenai data-data dalam skripsi saya ini.
Mohon maaf untuk orang-orang yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu disini (kemungkinan hilap deui ceuk sunda mah, tapi nanti bisa saya edit kembali ahahahaha.....).
Maaf untuk pembaca, karena saya terlalu panjang menulisnya. Maklum sudah lama ga nge-blog karena disibukkan dengan penyusunan skripsi.
Udah dulu ya...Cape...
18.2.13
Hey Kamu..
Tidak semua tahu yang pernah saya alami dalam menjalani hidup. Orang-orang disekitarku pun hanya tahu saya bahagia, saya berkecukupan, saya ceria dan lain-lain (kadang sakit saya pendam sendiri). Mungkin hanya keluarga terdekat dan orang-orang tertentu saja yang mengetahui saya ini seperti apa?. Saya merindukan orang yang penyayang, melindungi, pengertian, menerima keadaan saya bagaimanapun kondisinya.
Terkadang saya sakit jika ada orang yang bilang " kamu cari orang yang mapan untuk masa depan". Sebenarnya bukan itu yang saya cari dan harapkan selama ini, karena saya meyakini bahwa rizqy itu sudah ada yang mengatur dan bisa di cari, terlihat munafik (tapi ini jujur dari hati). Saya tidak mengharapkan dunia saja dari orang yang kelak akan mendampingi saya. Karena saya sangat mengharapkan dapat hidup dari ridhanya Allah SWT. Kenapa saya seperti itu? Karena saya sudah sangat trauma dengan orang-orang mapan atau berduit (meskipun tidak bisa saya ceritakan disini). Jika orang itu mapan, tapi moralnya tidak baik akan membuat hidup tidak bahagia.
Selama ini saya tidak pernah berharap atau terucap dalam doa, menuntut didatangkan orang yang dapat memenuhi semua kebutuhan saya dari segi dunia, melainkan saya berdoa seseorang akan datang dengan sederhana, mengerti perjuangan hidup, mempunyai tanggung jawab, pekarja keras dan yang terutama mengerti agama.
Ketika banyak yang mencibir dan bertanya "kapan nikah?", "inget usia", "ga pernah pacaran ya?", "masa kerja terus", dan lain-lain. Saya hanya menanggapi dengan tertawa dan bercandaan saja.Namun saya dapat memaklumi, mungkin mereka tidak tahu apa yang sudah saya lewati, alami dan lain-lain. Alhamdulillah saya sabar melewatinya, dengan keyakinan Allah tahu yang terbaik untuk saya.
Ternyata Allah memang berencana mempertemukan kamu dengan saya..
Kamu datang tidak menawarkan dunia..
Kamu datang menawarkan hal yang berbeda..
Kamu datang dengan sederhana..
Kamu datang dengan ketulusan..
Kamu datang dengan menawarkan niat akan beribadah..
Kamu datang dengan menawarkan hati..
Sempat merasa terharu, sedih, senang, gembira, bersyukur dan lain-lain. Tapi, dibalik itu semua saya pun mengalami keraguan dan kekhawatiran yang mendalam mengenai kamu. Namun sampai saat ini kamu telah berhasil meyakinkan dan menghilangkan keraguan dan kekhawatiran itu.
Yang lebih mengharukan ialah ketika kamu mendatangi keluarga saya dengan bermodalkan hanya keberanian, ketulusan dan niat baik. Sempat meneteskan air mata ketika mamah bilang "teteh, mamah koq ngerasa punya anak lagi", sekilas pandangan keluarga sama kmu itu sudah sangat baik. Bahkan tidak kamu ketahui mereka bilang " akan sedih jika saya tidak bersama kamu lagi". Jujur saya semalaman menangis, terharu, sedih, senang, bahagia dan lain-lain. Saya hanya bisa berharap dan berdoa, semoga kamu itu benar-benar orang yang dikirim Allah SWT untuk saya. Aamien.
To be continue.......
11.2.13
Happy Wedding Day Akbar & Ratna
Hari Minggu tanggal 10 Februari 2013, Akbar yang merupakan Koordinator Tim Proyek PLTU Suralaya 8 telah melangsungkan pernikahan yang diadakan di Jakarata. Alhamdulillah saya berkesempatan hadir dari Akad Pernikahan-Nya.
Selamat Menempuh Hidup Baru Akbar dan Ratna
Semoga Menjadi Kluarga Sakinah Mawadah dan Warahmah
Selalu diberkahi dalam menjalani Kehidupan
Segera diberikan Keturunan
Aamien
Doakan, agar saya juga cepat menyusul Aamien
6.2.13
Khawatir
Semua manusia pasti mempunyai ke-khawatiran dalam hidup, termasuk saya. Tapi, ke-khawatiran itu jangan dijadikan suatu permasalahan yang besar, namun dapat kita jadikan untuk mawas diri dan waspada. Kenapa demikian?, karena menurut saya hal tersebut dapat kita jadikan sebagai salah satu kontrol dalam menjalani hidup. Jika kita merasa khawatir, sebaiknya yang pertama kita lakukan adalah berdoa, memohon kepada ALLah SWT agar semua ke-khawatiran kita itu tidak terjadi.
Pada waktu itu saya sempat mendengarkan suatu dialog, bahwa ke-khawatiran kita itu biasanya 99% tidak terjadi. Jadi secara logika hal tersebut menunjukkan bahwa jangan pernah menghabiskan waktu kita untuk tenggelam dalam ke-khawatiran dalam hidup. Pasrah, sabar, tawakkal, dan iman, mungkin akan dapat meminimalisir ke-khawatiran dalam hidup. Seperti yang beberapa yang pernah saya alami, ke-khawatiran dalam hidup itu memang membuat kita tidak nyaman. Tapi, setelah waktu berlalu, alhamdulillah mayoritsa ke-khawatiran itu tidak terjadi.
Seperti saat ini, sepertinya banyak sekali orang yang mengkhawatirkan hidup atau masa depan saya. Bukan karena saya tidak mempunyai pekerjaan atau yang lainnya, namun melainkan sebagai kodrat manusia dewasa dan wanita. Jujur saya pun mengalami ke-khawatiran yang sama, namun sepertinya sudah saya ikhlaskan. Bukan hanya saya yang ikhlas namun orang tua juga sudah sepakat dengan saya, karena kita yakin yang terbaik menurutnya-lah yang akan menjadi takdir saya. Amin.
Seperti saat ini, alhamdulillah semua sudah ada titik terang dan semua serba penuh dengan kejutan. Keraguan dalam hati itu pasti selalu muncul, entah kenapa dan bagaimana bisa terjadi. Tapi, jika dilihat dari segi hal baiknya, alhamdulillah saya yakin semua ini karena Allah SWT. Membuat semuanya menjadi lebih baik, karena lebih dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ternyata ke-khawatiran itu memang betul tidak terjadi, Allah mengirimkannya untuk saya sekarang. Tapi, bagaimana saya sekarang untuk dapat menjaganya sampai saatnya tiba. Sampai saat ini saya masih memupuk keyakinan dan kepercayaan, selain itu saya mencoba terus memperbaiki diri. Karena yang baik untuk yang baik dan sebaliknya. Semoga kebaikan itu akan selalu menghampiri saya, tidak hanya untuk sekarang melainkan untuk masa depan.
Semoga kita selalu terhindar dari ke-khawatiran dalam hidup yang berlebihan, karena Allah SWT akan selalu memberikan yang terbaik kepada hambanya.
-Amin-
Subscribe to:
Posts (Atom)






