11.2.13

Happy Wedding Day Akbar & Ratna

Hari Minggu tanggal 10 Februari 2013, Akbar yang merupakan Koordinator Tim Proyek PLTU Suralaya 8 telah melangsungkan pernikahan yang diadakan di Jakarata. Alhamdulillah saya berkesempatan hadir dari Akad Pernikahan-Nya.


Selamat Menempuh Hidup Baru Akbar dan Ratna
Semoga Menjadi Kluarga Sakinah Mawadah dan Warahmah
Selalu diberkahi dalam menjalani Kehidupan 
Segera diberikan Keturunan
Aamien

Doakan, agar saya juga cepat menyusul Aamien

6.2.13

Khawatir

Semua manusia pasti mempunyai ke-khawatiran dalam hidup, termasuk saya. Tapi, ke-khawatiran itu jangan dijadikan suatu permasalahan yang besar, namun dapat kita jadikan untuk mawas diri dan waspada. Kenapa demikian?, karena menurut saya hal tersebut dapat kita jadikan sebagai salah satu kontrol dalam menjalani hidup. Jika kita merasa khawatir, sebaiknya yang pertama kita lakukan adalah berdoa, memohon kepada ALLah SWT agar semua ke-khawatiran kita itu tidak terjadi.

Pada waktu itu saya sempat mendengarkan suatu dialog, bahwa ke-khawatiran kita itu biasanya 99% tidak terjadi. Jadi secara logika hal tersebut menunjukkan bahwa jangan pernah menghabiskan waktu kita untuk tenggelam dalam ke-khawatiran dalam hidup. Pasrah, sabar, tawakkal, dan iman, mungkin akan dapat meminimalisir ke-khawatiran dalam hidup. Seperti yang beberapa yang pernah saya alami, ke-khawatiran dalam hidup itu memang membuat kita tidak nyaman. Tapi, setelah waktu berlalu, alhamdulillah mayoritsa ke-khawatiran itu tidak terjadi.

Seperti saat ini, sepertinya banyak sekali orang yang mengkhawatirkan hidup atau masa depan saya. Bukan karena saya tidak mempunyai pekerjaan atau yang lainnya, namun melainkan sebagai kodrat manusia dewasa dan wanita. Jujur saya pun mengalami ke-khawatiran yang sama, namun sepertinya sudah saya ikhlaskan. Bukan hanya saya yang ikhlas namun orang tua juga sudah sepakat dengan saya, karena kita yakin yang terbaik menurutnya-lah yang akan menjadi takdir saya. Amin.


Seperti saat ini, alhamdulillah semua sudah ada titik terang dan semua serba penuh dengan kejutan. Keraguan dalam hati itu pasti selalu muncul, entah kenapa dan bagaimana bisa terjadi. Tapi, jika dilihat dari segi hal baiknya, alhamdulillah saya yakin semua ini karena Allah SWT. Membuat semuanya menjadi lebih baik, karena lebih dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Ternyata ke-khawatiran itu memang betul tidak terjadi, Allah mengirimkannya untuk saya sekarang. Tapi, bagaimana saya sekarang untuk dapat menjaganya sampai saatnya tiba. Sampai saat ini saya masih memupuk keyakinan dan kepercayaan, selain itu saya mencoba terus memperbaiki diri. Karena yang baik untuk yang baik dan sebaliknya. Semoga kebaikan itu akan selalu menghampiri saya, tidak hanya untuk sekarang melainkan untuk masa depan.

Semoga kita selalu terhindar dari ke-khawatiran dalam hidup yang berlebihan, karena Allah SWT akan selalu memberikan yang terbaik kepada hambanya.

-Amin-

28.1.13

Menetapkan Hati

Entah kenapa, sejak dulu sampai sekarang saya sulit menata atau memantapkan hati. Terlalu banyak yang difikir, terlalu takut meyakini hati dan semua terkadang menjadi sia-sia. Ketika saya mengerti ini yang saya butuhkan, yang saya cari bukan yang lain, entah kenapa hati ini terkadang menjadi gamang. Berharap mencari yang bisa mengarahkan dijalannya, ketika sudah diberi, kenapa hati saya ragu.

Ragu itu bukan berarti tidak, tapi seperti mencari arah untuk menentukan hati. Ih..terharu banget rasanya, ketika Allah SWT memberikan yang sudah lama diharapkan. Ternyata seperti yang dikatakan sahabat saya, semua akan ada jalannya dan tidak ada yang sulit bagi-Nya. Ternyata yang ada difikiran kita itu sangat tidak sulit untuk diwujudkan oleh Allah SWT.

Saya masih merasa ada ketakutan, takut  jika ini hanya salah satu yang akan saya lalui seperti angin saja. Terasa akan sakit rasanya, jika rencana itu sudah matang dan dengan mudahnya dijatuhkan begitu saja (astgfirullah). Manusia hanya dapat berusaha dan berencana, seharusnya saya tidak boleh meragukan takdir-nya. Karena dengan meragukan-nya, sama saja tidak percaya dengan nikmat-nikmat yang telah diberikan.

Sampai sekarang saya masih takjub dengan semua ini, ajaib menurut saya kejutan dari-Nya. Bukan hanya caranya yang ga masuk akal, namun yang diberikan itu ada di doa-doa saya. Ingin nangis, tapi menangis haru dan bahagia, kemudian yang tersisa hanya debaran jantung saja yang semakin kuat. Ah,,rasanya seperti mimpi ya, mimpi yang seharusnya sangat tidak ingin saya kembali terbangun.

Ya Allah Jika memang ini yang terbaik buat saya, jadikanlah terbaik di jalan-mu menuju ridho-mu. Terbaik untuk saya, keluarga, lingkungan saya, dunia dan akhirat saya. Jika memang ini yang terbaik, semoga ditunjukkan jalannya, dilancarkan, diridhoi, ditakdirkan, tapi jika tidak mohon untuk diambil segera.

Secara tidak sengaja saya pun menemukan doa-doa menetapkan hati seperti berikut (sumber : disini)

25.1.13

Weekend Kemarin (18-21 Januari 2013)

Tidak terasa sudah mau weekend lagi, waktu ini terasa semakin cepat setiap harinya. Tiba-tiba teringat cerita weekend kemarin, yang hampir terlupakan. Menurut saya weekend kemarin itu sangat perlu untuk di tulis disini, karena penuh dengan peristiwa yang tidak diduga (hahaha..lebay dikit).

Jumat, 18 Januari 2013

Hari jumat itu biasanya yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang, tapi sepertinya tidak ada bedanya untuk saya. Setiap harinya seperti sama saja, rutinitas juga lumayan penuh dengan aktifitas. Seperti hari jumat ini, dimulai dari Rapat harian untuk monitoring Progress Pekerjaan. Kemudian jalan-jalan sedikit keliling site dan siangnya ada Rapat yang khusus membahas permasalahan yang paling krusial menyangkut pekerjaan Kontraktor di Proyek Tempat saya bekerja.

Pembahasan pun dimulai dari pukul 14.00 WIB di ruang rapat Kantor, waktu itu kita berharap dapat menyelesaikan permasalahan tersebut melalui pembahasan tersebut. 1 jam, 2 jam, 5, jam, dan waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB. Posisi duduk sudah ga karuan, suasana memanas, saya juga hanya bisa sedikit-sedikit memberi masukan (maklum hanya sebagai supporting saja) dan hasil pun belum didapat. Kontraktor asli China, Konsultan asli Amerika dan kita asli Indonesia. Sudah pasti kita pun berdebat dengan menggunakan bahasa aneh (Bahasa asing maksudnya hahaha...). Masing-masing tetap memegang argumennya, tidak mau kalah dan yang pasti tidak mau dirugikan.

Suasana ruang rapat pukul 21.00 WIB
Ditengah-tengah Koordinator saya berdiskusi dan berkonsultasi dengan Konsultan, saya dan Awan pun bergantian membuat status di BB (hanya sekedar menghilangkan sedikit stres sepertinya). Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 WIB dan kita pun masih tetap dengan argumen masing-masing. Pada akhirnya, semua sepakat untuk tidak menandatangani hasil Minutes of Meeting dan akan membawa permasalahan ini ke Manajemen atas. Percaya atau tidak, ternyata jam sudah hampir menunjuk pukul 24.00 WIB dan hampir kurang lebih 10 jam berdebat tanpa ngemil, tanpa makan malam, kehausan dan kelaparan.

Seharian debat itu membuat kita kelaparan dan terpaksa sedikt menunda kepulangan kerumah untuk makan nasi goreng terlebih dahulu di Kantor. Keluar kantor menuju rumah kira-kira pukul 00.30 WIB dan membutuhkan waktu perjalanan 1 jam untuk sampai rumah. Alhamdulillah, kira-kira pukul 01.30 WIB sampai juga di rumah dan lanjut istirahat.

Sabtu, 19 Januari 2013

Kemarinnya saya sudah janjian sama didik dan Ceppy untuk pergi menghadiri pernikahan Huda di Cirebon, rencanya kita pergi dari Cilegon Pukul 04.00 WIB. Sempat pesimis, karena saya sudah sangat ngantuk dan capek (padahal sudah niat akan menghadiri), maklum huda ini adlah salah satu orang yang sering saya gangguin. Sempat kaget, karena baru terbangun pukul 04.00 WIB. Tapi, alhamdulillah Didik belum menghubungi dan saya pun segera bersiap-siap.

Tepat pukul 04.20 WIB, didik sudah menghubungi saya. Tapi, saya bilang belum siap dan mengusulkan untuk shalat subuh terlebih dahulu. Kemudian kira-kira pukul 04.40 WIB, kita pun berangkat dari Cilegon dan menuju Jakarta yang kemudian jemput mba Mimin dan Intan (pacarnya Didik). Perkiraan kita sih optimis dapat sampai Cirebon Pukul 13.30 WIB, namun ternyata semuanya meleset. "Katanya" (soalnya saya hampir diseluruh perjalanan tidur), ditengah perjalanan kita diarahkan untuk lewat sumedang dan subang (jalan belakang gitu) karena jalan tolnya macet akibat tanggul jebol. Kebetulan, memang sedang musim hujan, bencana banjir dimana-mana dan ibu kota yang terkena dampak paling besar tahun ini sepertinya.

Jalan alternatif yang kita pilih itu ternyata membutuhkan waktu yang lebih lama dan medan yang kita tempuh pun tidak mudah. Jalan kecil berliku-liku, naik turun, yang membuat saya yang sedang tidur nyenyak pun sempat terganggu. Setelah melalui jalan yang melelahkan itu, akhirnya kita pun sampai ke Kota Cirebon pukul 15.00 WIB dan acara pernikahan Huda seharusnya sudah selesai dari 1 jam yang lalu. Tapi, alhamdulillah ternyata huda masih nungguin kita dan resepsinya diperpanjang 1 jam demi kita (katanya sih gitu), saya juga tidak tahu pastinya hahaha...intinya saya so tau.

Mba Mimin, Saya, Intan Didik, Huda, Lia dan Ceppy
Selamat menempuh Hidup Baru ya Huda dan Lia semoga Bahagia, Menjadi Keluarga Sakinah Mawadah dan Warahmah. Cepat dapet Ade Bayi ya, biar saya punya ponakan hahaha...

Senang rasanya saya dapat menghadiri pernikahan Huda dengan mereka, karena kita sangat jarang sekali melakukan perjalanan sejauh ini. Setelah makan dan ngobrol-ngobrol sebentar, kita pun pamitan untuk kembali pulang, namun kita mampir ke tempat oleh-oleh terlebih dahulu (ga punya uang juga, tetep kalau ke kota orang mah).

Mba Mimin dan Ceppy
Ceppy dan Mbak mimin sepertinya bernostalgia, maklum mereka itu mantan bos dan staff di unit saya sebelum terjadinya pembubaran. Terlihat keakraban mereka ketika sedang memilih oleh-oleh yang akan di beli. Ko...saya terharu ya?

Intan, Saya dan Mba Mimin
Didik dan Intan
Eh iya, nih dia Intan (Pcarnya Didik), akhirnya Didik kenalin juga pacarnya setelah lama di umpetin. Pertamakali kenalan sama dia, saya kira orangnya pendiem, kalem dan sepertinya perempuan banget. Tapi, ternyata orangnya asik, menyenangkan suka bercanda, cerewet dan dapat langsung nyambung akrab gitu plus cantik, serta kegiatan kita terakhir di Cirebon itu beli oleh-oleh dan foto-foto disana hahahaha....

Kemudian setelah selesai beli oleh-oleh kita pun langsung pulang menuju Jakarta dan Cilegon, Setelah mengantarkan Intan dan Mba Mimin di Jakarta. Saya, Didik dan Pak Aan (Driver) meluncur ke Cilegon. Jokk di mobil sih saya sudah anggap kasur dan bisa tiduran dengan leluasa saking ngantuk dan Capek. Alhamdulillah, akhirnya saya sampai rumah juga kira-kira pukul 01.30 WIB dan langsung beristirahat.

Minggu, 20 Januari 2013

Bangun pukul 05.00 WIB, rasanya badan capek, sakit dan mata juga masih sepet. Tapi, sepertinya kali ini saya tidak bisa  beristirahat di rumah. Setelah siap-siap saya pun mau tidak mau harus segera bergegas pergi ke Jakarta, bukan untuk jalan-jalan melainkan untuk kuliah. Entah kenapa semangat dalam diri itu menutup semua kelelahan yang dirasakan (terpaksa kali ya?). Alhamdulillah, akhirnya saya dapat menyelesaikan aktifitas kuliah di Jakarta, kembali ke Cilegon dan tiba di rumah pukul 19.00 WIB, lalu lanjut istirahat.

Senin, 21 Januari 2013

Weekend-nya sudah selesai dan saya harus kembali bekerja, dimulai pergi ke kantor pukul 06.20 WIB, kemudian bersiap melakukan rutinitas seperti biasa. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dapat melalui semuanya (weekend ini maksudnya) dengan selamat, semangat, dan tanpa mengeluh. Meskipun baru saya sadari weekend kali ini dilalui lebih banyak diperjalanan dan sangat tidak cukup istirahat. Terima kasih kepada Allah SWT selalu memberikan semangat, nafas, kekuatan kepada saya disetiap detik dan menitnya dalam hidup ini.

Saya terharu karena sudah dapat melaluinya dengan lancar, Alhamdulillah Puji syukur kepada-mu Allah SWT tidak henti-hentinya saya ucapkan dan panjatkan.

23.1.13

Fashion Blogger Hijab itu Siti Juwariyah

Sekarang saya akan menulis salah satu Fashion Blogger Hijab yang paling disuka, selain cantik, humble, simple juga terlihat pas (pas segalanya). Mungkin yang menyukai fashion dalam berhijab sudah mengenal sosok Siti Juwariyah, dia adalah Fashion Blogger yang sukses saat ini. terlihat dari follower-nya yang setiap hari terus bertamabah.

Print screen Blog Siti Juwariyah

Ketika saya baca bukunya Siti Juwariyah (HIJABIST "Confession of Hijab Fashion Blogger) yang diterbitkan oleh Terrant. Ternyata ceritanya Siti Juwariyah ketika menjadi Fashion Blogger itu tidak mudah, berawal dari Blognya yang merupakan Tugas Akhir kuliahnya dan hikmahnya malah blognya berhasil menambah follower dari berbagai negara.

Setelah itu dia pun membuat label Kaffah (cerruti hijab) yang sangat terkenal dikalangan anak-anak muda yang berhujab saat ini. Tidak hanya di Indonesia saja siti Juwariyah juga menjual product-nya melainkan di Singapura (sumber dari Blognya). Memang tidak mudah menjadi Fashion Blogger seperti Siti Juwariyah, namun jika kita mempunyai fashion sendiri (tidak meniru) tidak dapat menutup kemungkinkan dapat menjadi Fashion Blogger yang sukses.

Cara Fashion berhijab siti Juwariyah memang sangat menarik, selain simple cara memakai hijab-nya, tertutup, soft, tetap fashionable, simple dan cantik (lagi-lagi saya bilang cantik hahahaha). Kalau penasaran bisa di lihat di Blognya Siti Juwariyah, insyaallah komentarnya akan kurang lebih sama dengan saya. Siti Juwariyah juga sudah membawa anak-anak muda ke arah yang positif berkat fashion hijab-nya, sehingga sudah banyak yang tergerak hatinya untuk memakai hijab. Siti Juwariyah juga berhasil menciptakan Fashion berhijab yang modern, namun tidak keluar dari norma-norma.

Entah kenapa sampai sekarang saya masih sangat mem-Favoritkan Siti Juwariyah sebagai Fashion Blogger, padahal saat ini sudah sangat menjamur sekali Fashion Blogger Hijab di Indonesia. Saya sih tidak berusaha menjadi follower (meniru), tapi saya jadikan dia sebagai insfirasi. Sampai saat ini saya pun hanya punya satu product-nya, karena sangat tidak gampang untuk membelinya. Bukan karena jauh atau akses sulit, namun setiap keluar productnya selalu saja sold out.

Sukses buat Siti Juwariyah, semoga selalu  dapat memberi manfaat dan dampak positif untuk anak-anak muda di Indonesia.

21.1.13

Jasa Lilin Ketika Gangguan di PLTU Paiton

Minggu lalu tepatnya tanggal 15 Januari 2013, ada sedikit kehebohan atau pembicaraan dikalangan karyawan PLN. Bukan kehebohan gosip selebritis, kasus pejabat atau yang lainnya, melainkan adalah kehebohan terjadinya gangguan di 9 unit PLTU Paiton. Menurut kami, gangguan itu luar biasa dan pastinya akan berimbas pada masyarakat dengan adanya pemadaman bergilir sebelum gangguannya dapat teratasi.

Penasaran, keinginan tauan (Kepo disebutnya kalau jaman sekarang) itu membuat saya mencari tau lewat Website. Tidak hanya sekedar pengen tau dari penyebab gangguannya, namun juga dari sejarah/cerita ke-9 PLTU Paiton tersebut.

Letak PLTU Paiton

PLTU Paiton Terletak di Paiton, tepatnya di tepi pantai utara provinsi Jawa Timur, di Desa Binor, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Wilayahnya berbatasan dengan Selat Madura di Utara, KecamatanKraksaan di sebelah Barat, serta kabupaten situbondo di sisi Timur. 

PLTU Paiton di Malam Hari

Sejarah Pembangunan PLTU Paiton

Pembangunan Proyek Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Uap yang berbahan bakar batubara ini berdasarkan pada Peraturan Presiden RI Nomor 71 Tahun 2006 tanggal 05 Juli 2006 tentang penugasan kepada PT. PLN (Persero) untuk melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang menggunakan batubara.Tapi pengerjaan PLTU ini baru dimulai setelah ditanda tanganinya kontrak proyek pengerjaannya pada tanggal 12 Maret 2007 oleh PT PLN (Persero) dan Konsorsium Harbin Power Engineering Co. Ltd. dari China dan Perusahaan Lokal PT Mitra Selaras Hutama Energi. Nilai Kontrak dari proyek ini sebesar US$ 389,206,488.60 dan Rp 706,630,361,158.96 belum termasuk Value Added Tax.

Pembangkit ini mengoperasikan 2 PLTU dengan total kapasitas 800 MW. Energi listrik ini kemudian didistribusikan melalui SUTET 500 kV Sistem Interkoneksi Jawa-Bali.

Secara keseluruhan, terdapat 6 unit pembangkit listrik yang mengaliri listrik ke Jawa-Bali:
=  Unit 1 & 2 dengan kapasitas paling kecil, yakni 800MW dimiliki dan dioperasikan oleh Unit
    Pembangkitan Paiton
=  Unit 5 & 6 berkapasitas 1260MW dimiliki oleh Jawa Power dan dioperasikan oleh YTL Jawa Timur.
=  Unit 7 & 8 memiliki kapasitas 1200MW dimiliki oleh Paiton Energy Co dan dioperasikan oleh
    PT. International Power Mitsui Operation & Maintenence Indonesia (IPMOMI).
=  Unit 3 & 4 mengaliri listrik di P. Jawa.
=  Unit 9 saat ini sedang dalam tahap pengerjaan oleh Konsorsium dari China, dan sudah
     mulai beropersi

Pada kompleks pembangkit listrik Paiton, terdapat 2 Pembangkit Listrik Swasta dengan kontribusi kapasitas sebesar 2550MW :
I.   Pembangkit Listrik Swasta I yang dimiliki oleh PT. Paiton Energy Company dan dioperasikan oleh 
     PT. International Power Mitsui Operation & Maintenance Indonesia. Total kapasitas 1230 MW.
II. Pembangkit Listrik Swasta II yang dimiliki oleh PT. Jawa Power dan dioperasikan oleh PT YTL 
    Jawa Timur. Total kapasitas 1300 MW

Sumber : dikutip dari http://koneksi15.blogspot.

Penyebab Gangguan Pada Tanggal 15 Januari 2013

Heboh dengan kabar bahwa ke-9 unit mengalami gangguan/Trip (mati total), menimbulkan kepenasaran saya. Akhirnya, saya pun browsing dari website untuk mendapatkan informasi lebih selain kabar-kabar dari rekan-rekan yang simpang siur. Ternyata beberapa media menyatakan hanya 4 Pembangkit saja yang mengalami gangguan atau lepas dari sistem yaitu PLTU Unit 5, 6, 7 dan 8.

PT PLN (Persero) menyatakan  Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton mengalami gangguan pada rel bertegangan (busbar). Hal ini menyebabkan gangguan pada penyaluran listrik di wilayah Jawa Timur. Direktur Operasi Jawa Bali Ngurah Adnyana mengatakan, meski begitu, masalah tersebut sudah dapat diatasi. Dia menjelaskan, penyebab gangguan tersebut tengah diteliti.

Menurutnya, sistem proteksi sistem kelistrikan Jawa Bali bekerja normal sehingga sebagian beban dilepas. "Pembangkit aman semua. Hanya gangguan temporary. Busbar itu rel bertegangan." Sementara itu,  Direktur Jenderal Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman mengakui adanya gangguan pada busbar PLTU Paiton sehingga sebagian wilayah di Jawa Timur mengalami pemadaman listrik.

Sumber : PT PLN (Persero) dan Kompas.com

Ketika gangguan terjadi dan menimbulkan pemadaman bergilir, masyarakat luar yang tidak tahu itu biasanya banyak yang suka melontarkan nada-nada protes bahkan mecela PLN. Hal itu pun pernah terjadi ketika saya belum menjadi karyawan dan belum mengenal bagaimana sulitnya mengatasi gangguan. Namun sekarang berbeda dan terbalik, jika mendengar protes dari masyarakat itu rasanya tidak enak. 

Bukan hanya di Jawa timur yang terkena dampaknya, pemadaman bergilir pun terjadi di Serang dan Cilegon Provinsi Banten. Sepulangnya dari kantor, memasuki komplek perumahan tempat saya tinggal itu sudah tampak gelap (pertanda adanya pemadaman). Hanya sebagian cahaya dari ruko-ruko yang masih menerangi jalanan depan komplek Pondok Cilegon Indah (PCI).

Sampai di rumah, ternyata benar rumah kontrakan kena imbasnya juga dan sudah tidak ada cahaya dari lampu seperti biasa. Di tengah rumah hanya tersedia lilin kecil yang tampak sudah mulai mau habis. Tidak berlama-lama, saya pun segera ke kamar mandi untuk mengambil wudhu untuk shalat maghrib. Kemudian merenung, mengambil gambar lilin dan tidak sengaja terlintas pemikiran-pemikiran aneh.

 

Melihat cahaya lilin itu saya jadi berfikir, ternyata bukan hanya pembangkit dengan investasi triliunan saja yang bisa memberikan cahaya. Jaman dulu saja teknologi belum secanggih sekarang, biasanya lilin yang diingat oleh orang-orang kota itu untuk dijadikan pengganti penerangan ketika terjadi pemadaman listrik. Tapi apa yang terjadi sekarang ini, pelan-pelan orang-orang itu melupakan lilin. Tidak hanya itu, banyak yang tidak lagi menolehnya bahkan memakai jasanya. Padahal jika direnungkan, dengan lampu charger itu ada di jaman sekarang, mungkin adalah ide yang diambil dan terinspirasi dari lilin.

Heum...sedikit menarik nafas, ternyata hikmah yang bisa saya ambil ketika merenung/ngelamun didepan lilin itu adalah jadi terfikirkan untuk tidak pernah melupakan jasa orang sekecil apapun. Karena saya percaya dengan menghargai jasa orang, secara ga langsung juga sudah menghargai diri sendiri. Percaya atau tidak, ketika kita berhasil mencapai sesuatu tidak lepas dari jasa orang lain selain dari usaha dan kerja keras diri sendiri. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...